Disposable and Consumables

Disposable

Alat kesehatan memang banyak macamnya. Keberadaan dari alat kesehatan pun sangatlah penting terutama di lingkungan rumah sakit ataupun klinik tertentu, untuk menunjang perawatan atau proses pemeriksaan seorang pasien. Salah satu dari sekian banyak jenis alat kesehatan adalah alat kesehatan habis pakai atau yang biasa disebut dengan istilah disposable.

Alat kesehatan habis pakai atau disposable adalah alat kesehatan / alat medis yang hanya dapat digunakan sekali saja (single use) baik oleh orang yang sama ataupun oleh orang yang berbeda. Setelah alat kesehatan tersebut digunakan harus segera dibuang atau bahkan dimusnahkan. Oleh karena alat kesehatan disposable ini hanya sekali pakai saja, maka sudah seharusnya rumah sakit ataupun klinik menyetok alat kesehatan disposable dalam jumlah yang banyak.

Penggunaan alat kesehatan disposable yang hanya sekali pakai ini bertujuan untuk menghindari terjadinya penularan atau penyebaran virus / kuman penyakit tertentu dari satu orang ke orang lain bahkan hingga virus yang mematikan sekalipun. Oleh karenanya alat-alat kesehatan habis pakai ini benar-bernar harus diperhatikan penggunaannya, jangan sampai Anda ataupun orang lain menggunakannya lebih dari sekali.

Alat Kesehatan yang termasuk dalam kategori Disposable

Setelah mengetahui defini dari alat kesehatan habis pakai atau disposable sudahkah terbayang apa saja yang termasuk ke dalam alat kesehatan jenis ini? Beberapa alat kesehatan tersebut diantaranya adalah:

  • Masker
  • Jarum Suntik
  • Alat penampung urine (Urine bag)
  • Sarung tangan medis (handscoon)
  • Selang oksigen
  • Tissue Alkohol
  • Benang Operasi
  • Selang infus
  • kateter
  • Bisturi (Surgical Blade)

Penanganan limbah Alat Kesehatan habis pakai (Disposable)

Seperti yang telah disebutkan bahwa alat kesehatan habis pakau atau disposable hanya dapat digunakan sekali saja (single use), maka setelah digunakan alat-alat ini harus segera dibuang atau dimusnahkan untuk menghindari terjadinya penularan berbagai penyakit yang berbahaya. Contoh sederhananya saja, yaitu penggunaan sarung tangan dan masker. Tenaga kesehatan tidak boleh lupa untuk selalu mengganti sarung tangan dan masker setelah digunakan. apalagi jika ingin menangani pasien yang berlainan. Hal ini memang terlihat sepele, namun jika tidak diganti, sarung tangan akan berisiko menularkan penyakit, terlebih jika sarung tersebut sudah bersentuhan dengan darah, urine ataupun kotoran manusia. Baik pihak rumah sakit maupun pihak pasien tentunya tidak ingin tertular penyakit hanya karena hal yang terlihat sepele tersebut bukan?

Lalu bagaimana cara untuk menangani limbah alat kesehatan habis pakai ini? Di dalam sebuah rumah sakit ataupun klinik seharusnya sudah ditetapkan standar keamanan untuk menangani limbah alat kesehatan habis pakai, salah satunya dapat dilakukan dengan cara menyediakan tempat pembuangan khusus untuk sampah medis. Sehingga alat-alat kesehatan habis pakai ini dapat langsung dibuang dan tidak tercampur dengan sampah lainnya yang non medis. Selanjutnya proses pengolahan limbah ini dapat dilakukan oleh tenaga yang berkompeten dibidangnya.

Selain itu, perlu diperhatikan pula bahwa pembuangan alat kesehatan habis pakai ini harus sesuai dengan standar sehingga bakteri, kuman, ataupun virus yang berada di dalamnya tidak menyebar melalui udara. Tempat pembuangan alat kesehatan habis pakai pun selayaknya tidak berada di sekitar kamar perawatan pasien. Hal ini dilakukan untuk mencegah lingkungan sekitar pasien tercemar oleh berbagai bakteri, kuman dan virus yang terdapat di dalam alat kesehatan tersebut.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk menangani limbah alat kesehatan habis pakai adalah dengan segera memusnahkannya. Salah satu alat medis disposable yang dapat dimusnahkan setelah digunakan adalah jarum suntik (spuit). Terdapat sebuah alat khusus yang dapat menghancurkan jarum suntik bekas pakai dan mengubahnya hingga menjadi serbuk halus yang steril, sehingga aman dari kemungkinan penyebaran berbagai kuman atau virus yang berbahaya.