Infus Set: Fungsi, Bagian, Jenis dan Cara Kerjanya
Secara umum, infus set terdiri dari spike, drip chamber, tubing, roller clamp, konektor, serta pada beberapa model injection port, ventilasi udara, atau filter. Setiap bagian memiliki fungsi berbeda tetapi bekerja sebagai satu sistem untuk membantu pemberian terapi intravena.
Infus set membantu menghubungkan wadah cairan dengan akses intravena. Pemasangan dan pengaturan terapi harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.
Apa Fungsi Infus Set?
Fungsi utama infus set adalah menjadi jalur untuk membawa cairan dari botol atau kantong infus menuju akses intravena pasien.
Dalam praktik pelayanan kesehatan, infus set dapat digunakan sebagai bagian dari terapi intravena untuk:
- pemberian cairan;
- pemberian elektrolit;
- pemberian obat tertentu secara intravena;
- pemberian nutrisi parenteral sesuai kebutuhan klinis;
- dan terapi lain yang membutuhkan akses intravena.
Infus Set dan IV Catheter: Apakah Sama?
Tidak. Infus set dan IV catheter adalah dua perangkat yang berbeda, walaupun keduanya dapat menjadi bagian dari satu sistem terapi intravena.
| Perangkat | Fungsi |
|---|---|
| Infus Set | Membawa cairan dari wadah infus menuju akses intravena. |
| IV Catheter | Menjadi akses menuju pembuluh darah vena pasien. |
| Drip Chamber | Membantu mengamati tetesan cairan. |
| Roller Clamp | Membantu mengatur aliran pada sistem gravitasi. |
| Infusion Pump | Mengontrol laju pemberian cairan secara lebih presisi sesuai pengaturan. |
Pelajari juga IV Cannula Serenity dan Infusion Pump Serenity .
Bagian-Bagian Infus Set dan Fungsinya
Bagian infusion set dapat berbeda menurut model dan produsen. Namun, beberapa komponen berikut umum ditemukan pada administration set.
Susunan dan komponen dapat berbeda menurut desain produk. Ikuti informasi produsen dan prosedur fasilitas kesehatan.
1. Spike dan Penutup
Spike merupakan bagian runcing pada bagian atas infus set yang digunakan untuk menghubungkan rangkaian dengan port pada botol atau kantong cairan infus.
Penutup membantu melindungi spike sebelum digunakan. Spike bukan merupakan jarum yang dimasukkan ke tubuh pasien.
2. Ventilasi Udara
Beberapa infusion set dilengkapi air vent atau ventilasi udara. Pada konfigurasi tertentu, ventilasi membantu udara masuk ke dalam wadah sehingga cairan dapat mengalir.
Tidak semua infusion set menggunakan sistem ventilasi udara. Penggunaan harus mengikuti desain perangkat dan jenis wadah cairan.
3. Drip Chamber atau Ruang Tetes
Drip chamber adalah ruang transparan yang memungkinkan tenaga kesehatan mengamati tetesan cairan.
Bagian ini membantu pemantauan aliran pada sistem infus gravitasi.
4. Filter Cairan
Beberapa infusion set memiliki filter untuk membantu menyaring partikel sesuai desain dan spesifikasi produk.
5. Roller Clamp
Roller clamp membantu mengatur atau menghentikan aliran cairan dengan memberikan tekanan pada tubing.
Pasien atau keluarga tidak dianjurkan mengubah posisi roller clamp tanpa instruksi tenaga kesehatan.
6. Tubing atau Selang Infus
Tubing merupakan selang fleksibel yang membawa cairan dari drip chamber menuju konektor pada bagian distal infusion set.
Tubing biasanya transparan agar jalur cairan dapat diamati.
7. Injection Port
Beberapa infusion set memiliki injection port yang memungkinkan tenaga kesehatan mengakses jalur infus untuk kebutuhan terapi tertentu.
Akses injection port harus dilakukan menggunakan teknik aseptik.
8. Connector
Connector merupakan bagian yang menghubungkan infusion set dengan IV catheter atau perangkat akses intravena yang kompatibel.
Connector berbeda dengan IV catheter. Connector berada pada infusion set, sedangkan IV catheter merupakan perangkat yang memberikan akses menuju pembuluh darah vena.
Jenis Jarum Infus dan Ukurannya (Gauge)
Istilah “jarum infus” sering digunakan masyarakat untuk menyebut peripheral IV catheter atau IV cannula. Pada perangkat modern, jarum logam digunakan saat proses pemasangan awal, kemudian ditarik keluar sehingga yang tertinggal di dalam vena adalah kateter fleksibel.
Ukuran IV catheter umumnya dinyatakan dalam satuan Gauge (G). Secara umum, semakin besar angka Gauge, semakin kecil diameter luar kateter. Pemilihan ukuran tidak hanya berdasarkan usia pasien, tetapi juga mempertimbangkan kondisi pembuluh darah, jenis terapi, kebutuhan kecepatan aliran, panjang kateter, dan kondisi klinis pasien.
Kode warna yang umum digunakan antara lain 14G oranye, 16G abu-abu, 18G hijau, 20G pink, 22G biru, dan 24G kuning. Pemilihan ukuran tetap harus dilakukan oleh tenaga kesehatan sesuai kebutuhan klinis.
| Ukuran | Kode Warna Umum | Karakteristik | Contoh Penggunaan Klinis |
|---|---|---|---|
| 14G | Oranye | Diameter sangat besar, aliran tinggi | Dapat digunakan pada kondisi yang membutuhkan aliran cairan cepat, misalnya resusitasi cairan atau trauma tertentu. |
| 16G | Abu-abu | Diameter besar | Dapat digunakan pada kebutuhan cairan cepat, prosedur operasi, atau transfusi sesuai penilaian klinis. |
| 18G | Hijau | Diameter besar | Umum digunakan pada pasien dewasa untuk terapi cairan, prosedur bedah, atau transfusi sesuai kebutuhan. |
| 20G | Pink | Diameter sedang | Sering digunakan untuk terapi intravena rutin pada pasien dewasa. |
| 22G | Biru | Diameter kecil | Dapat digunakan pada vena yang lebih kecil atau rapuh, termasuk pada sebagian pasien lansia atau pasien dengan akses vena sulit. |
| 24G | Kuning | Diameter lebih kecil | Dapat digunakan pada vena kecil, termasuk pada pasien pediatrik atau pasien dengan pembuluh darah yang sulit diakses. |
Bagaimana Sistem Gauge Bekerja?
Pada sistem Gauge, angka yang lebih kecil menunjukkan diameter kateter yang lebih besar. Sebagai contoh, kateter 18G memiliki diameter lebih besar dibandingkan 22G. Diameter yang lebih besar umumnya memungkinkan laju aliran yang lebih tinggi.
Namun, prinsip pemilihan kateter bukan sekadar memilih ukuran terbesar. Tenaga kesehatan biasanya memilih ukuran terkecil yang tetap memadai untuk terapi agar sesuai dengan kondisi vena dan kebutuhan pasien.
Apakah Warna IV Catheter Selalu Sama?
Kode warna IV catheter telah distandardisasi secara luas untuk membantu identifikasi ukuran. Contoh yang umum digunakan adalah:
- 14G: oranye
- 16G: abu-abu
- 18G: hijau
- 20G: pink
- 22G: biru
- 24G: kuning
Meski demikian, petugas tetap harus memeriksa informasi ukuran pada kemasan dan spesifikasi produk, bukan hanya mengandalkan warna.
Bagaimana dengan Jarum Butterfly?
Selain IV catheter, dikenal juga perangkat winged needle atau sering disebut jarum butterfly. Perangkat ini mempunyai sayap fleksibel yang membantu stabilisasi saat pemasangan.
Winged needle dan peripheral IV catheter merupakan perangkat yang berbeda, sehingga pemilihannya bergantung pada jenis prosedur, tujuan terapi, durasi akses, dan kondisi pasien.
Untuk informasi produk terkait, lihat IV Cannula Serenity .
Bagaimana Cara Kerja Infus Set?
Pada infus gravitasi, wadah cairan ditempatkan lebih tinggi daripada posisi akses intravena pasien. Perbedaan ketinggian membantu cairan bergerak melalui rangkaian infusion set.
Sebelum digunakan, tubing dipersiapkan melalui proses yang disebut priming sehingga jalur terisi cairan dengan benar. Selanjutnya tenaga kesehatan mengatur laju pemberian cairan berdasarkan terapi yang ditetapkan.
Pada kebutuhan tertentu, pemberian cairan dapat dibantu dengan infusion pump untuk mengontrol aliran secara lebih presisi.
Jenis Infus Set: Makro dan Mikro
Infus Set Makro
Infus set makro menghasilkan tetesan yang relatif lebih besar. Faktor tetes yang digunakan pada beberapa produk adalah sekitar 20 tetes/mL.
Jenis ini umum digunakan pada terapi cairan menggunakan sistem gravitasi ketika dibutuhkan volume tertentu.
Infus Set Mikro
Infus set mikro menghasilkan tetesan yang lebih kecil. Faktor tetes yang umum digunakan pada produk microdrip adalah 60 tetes/mL.
Konfigurasi ini memungkinkan pengaturan volume dengan resolusi tetesan yang lebih kecil.
Infus Set vs Blood Transfusion Set
Infusion set standar dan blood transfusion set mempunyai fungsi yang berbeda.
| Infusion Set | Blood Transfusion Set |
|---|---|
| Digunakan untuk cairan atau terapi intravena sesuai intended use perangkat. | Dirancang khusus untuk darah atau komponen darah. |
| Dapat tersedia dalam konfigurasi macrodrip atau microdrip. | Umumnya memiliki filter khusus sesuai kebutuhan transfusi. |
| Digunakan berdasarkan jenis terapi cairan. | Digunakan mengikuti prosedur transfusi fasilitas kesehatan. |
Lihat juga Blood Transfusion Set Serenity .
Bagaimana Memilih Infus Set?
1. Periksa Faktor Tetes
Pastikan apakah produk menggunakan konfigurasi macrodrip atau microdrip sesuai kebutuhan klinis dan spesifikasi produk.
2. Perhatikan Material Tubing
Tubing sebaiknya fleksibel, transparan, dan sesuai untuk penggunaan medis agar jalur cairan mudah diamati.
3. Periksa Roller Clamp
Pastikan roller clamp dapat mengatur aliran dengan baik sesuai desain perangkat.
4. Periksa Injection Port
Pertimbangkan apakah fasilitas membutuhkan infusion set dengan atau tanpa injection port.
5. Periksa Konektor
Pastikan konektor kompatibel dengan IV catheter atau perangkat akses intravena yang digunakan.
6. Pastikan Sterilitas
Jangan menggunakan infusion set apabila kemasan rusak, terbuka, atau sterilitasnya diragukan.
7. Periksa Status Single Use
Administration set yang ditetapkan sebagai perangkat single-use tidak boleh digunakan kembali.
Mengapa Teknik Aseptik Penting?
Karena infusion set terhubung dengan akses intravena, pencegahan kontaminasi dan infeksi merupakan bagian penting dalam penggunaannya.
- jangan menyentuh bagian steril tanpa prosedur yang sesuai;
- jangan menggunakan kembali perangkat single-use;
- jangan menggunakan administration set yang sama untuk pasien berbeda;
- periksa kemasan sebelum penggunaan;
- pemasangan dan pengelolaan terapi dilakukan oleh tenaga kesehatan kompeten.
WHO pada panduan 2024 menekankan praktik pencegahan infeksi selama pemasangan, pemeliharaan, akses, dan pelepasan kateter intravaskular. CDC juga menyatakan bahwa kantong infus, tubing, dan connector pada administration set digunakan untuk satu pasien saja dan dibuang sesuai prosedur setelah digunakan.
Kapan Jalur Infus Perlu Diperiksa?
Lokasi akses intravena perlu dipantau secara rutin. Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan meliputi:
- kemerahan;
- pembengkakan;
- nyeri atau rasa tidak nyaman;
- keluarnya cairan pada lokasi pemasangan;
- kebocoran;
- aliran yang berhenti;
- atau perubahan lain pada lokasi kateter.
Keputusan mempertahankan atau mengganti kateter intravena tidak sebaiknya didasarkan hanya pada satu angka waktu yang sama untuk seluruh pasien. WHO 2024 membahas pendekatan penggantian terjadwal maupun berdasarkan indikasi klinis, dengan evaluasi rutin terhadap lokasi kateter.
Apakah Infus Set Bisa Digunakan Kembali?
Infusion set yang ditetapkan sebagai perangkat single-use tidak boleh digunakan kembali.
CDC merekomendasikan agar fluid infusion dan administration sets seperti kantong intravena, tubing, dan connector digunakan hanya untuk satu pasien dan dibuang secara tepat setelah digunakan.
Infusion Set Serenity
Serenity menyediakan infusion set untuk kebutuhan rumah sakit, klinik, Puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.
Beberapa fitur produk antara lain:
- tubing fleksibel;
- drip chamber transparan;
- roller clamp untuk membantu pengaturan aliran;
- steril;
- single-use;
- konfigurasi 20 tetes/mL;
- konfigurasi 60 tetes/mL;
- tersedia dengan atau tanpa injection port sesuai model.
FAQ tentang Infus Set
Apa itu infus set?
Infus set adalah rangkaian perangkat medis yang menghubungkan wadah cairan dengan akses intravena pasien.
Apa fungsi drip chamber?
Drip chamber membantu tenaga kesehatan mengamati tetesan cairan dan memantau aliran pada sistem infus gravitasi.
Apa perbedaan infus set makro dan mikro?
Perbedaan utama terdapat pada faktor tetesannya. Microdrip menghasilkan jumlah tetesan per mililiter yang lebih tinggi dibandingkan macrodrip.
Apakah infus set sama dengan IV catheter?
Tidak. Infusion set merupakan jalur penghantar cairan, sedangkan IV catheter merupakan akses yang ditempatkan pada pembuluh darah vena pasien.
Apakah infus set biasa bisa digunakan untuk transfusi darah?
Untuk transfusi darah digunakan administration set yang memang dirancang untuk darah atau komponen darah sesuai prosedur fasilitas kesehatan.
Apakah infus set dapat dipakai ulang?
Tidak apabila produk ditetapkan sebagai single-use. Administration set digunakan untuk satu pasien dan dibuang sesuai prosedur.
Siapa yang boleh memasang infus?
Pemasangan dan pengelolaan akses intravena harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi serta kewenangan sesuai protokol fasilitas.
Kesimpulan
Infus set merupakan perangkat penting dalam terapi intravena yang berfungsi membawa cairan dari wadah infus menuju akses intravena pasien.
Rangkaian infusion set dapat terdiri dari spike, drip chamber, tubing, roller clamp, connector, ventilasi udara, filter, atau injection port tergantung desain produk.
Pemilihan perangkat perlu mempertimbangkan jenis terapi, faktor tetesan, kompatibilitas, sterilitas, intended use, dan kebutuhan fasilitas kesehatan.
Referensi
-
Homecare Dokter by Klinik Kirana.
“Infus Set: Jenis Jarum, Selang Infus, dan Cara Memilih yang Tepat.”
Artikel ini digunakan sebagai salah satu sumber edukasi untuk pembahasan komponen, jenis selang, dan terminologi infusion set.
Baca sumber -
World Health Organization.
Guidelines for the Prevention of Bloodstream Infections and Other Infections Associated with the Use of Intravascular Catheters: Part I – Peripheral Catheters.
WHO, 2024.
Baca pedoman WHO -
Centers for Disease Control and Prevention.
Safe Injection Practices to Prevent Transmission of Infections to Patients.
Baca panduan CDC -
Serenity Indonesia.
Infusion Set – informasi dan spesifikasi produk.
Lihat produk -
Unduh Katalog Kami.
Informasi dan spesifikasi produk serenity.
Download katalog produk
