Sphygmomanometer aneroid atau juga dikenal dengan tensimeter manual merupakan suatu alat medis yang umum dan kerap dijumpai di berbagai rumah sakit maupun berbagai klinik kesehatan. Alat ini juga banyak digunakan oleh berbagai tenaga kesehatan karena memiliki fungsi yang cukup penting dalam setiap kegiatan pemeriksaan.
Lalu apa saja fungsi sphygmomanometer aneroid? Artikel berikut akan membahas mengenai fungsi sphygmomanometer aneroid dan orang-orang yang membutuhkan penggunaan maupun pengaplikasian alat ini untuk keperluan medis. Untuk informasi lengkapnya Anda dapat menyimak penjelasan berikut.
Fungsi Sphygmomanometer Aneroid
Seperti yang telah banyak diketahui, fungsi sphygmomanometer utamanya adalah untuk digunakan dalam memantau sekaligus mengukur tekanan darah pada pasien maupun individu secara manual. Alat ini dapat bekerja dengan cara memompa maupun mengurangi tekanan pada manset, dengan sistem non-invasive.
Hasil tes tekanan darah kemudian akan ditunjukkan dalam satuan milimeter per satuan raksa (mmHg) yang disebut sistolik dan diastolik. Tekanan darah sistolik merupakan tekanan darah pada pembuluh darah arteri ketika jantung berdenyut. Sedangkan tekanan darah diastolik merupakan tekanan darah pada pembuluh darah arteri di antara denyut jantung. Tekanan darah normal biasanya berada di bawah 120/80 mmHg.
Siapa yang Membutuhkan Tes Tekanan Darah?
Umumnya tes teknaan darah dapat dilakukan oleh remaja, berusia di atas 18 tahun, hingga orang dewasa secara rutin sebagai bagian dari proses pemeriksaan medis atau medical check up. Penjelasan lengkap mengenai pengguna sphygmomanometer diantaranya adalah sebagai berikut.
- Pasien berusia 40 tahun ke atas membutuhkan tes tekanan darah setidaknya satu kali dalam setahun.
- Pasien dengan risiko hipertensi karena memiliki berat badan berlebih, tekanan darah sistolik sebesar 130-139 mmHg, atau tekanan darah diastolik sebesar 85-89 mmHg, perlu melakukan tes tekanan darah setidaknya satu kali setahun.
- Pasien berusia 18-39 tahun dengan tekanan darah di bawah 130/85 mmHg dan tidak memiliki faktor risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi, perlu melakukan tes tekanan darah setidanya 3-5 tahun sekali.
- Pasien yang telah didiagnosis mengalami peningkatan tekanan darah, hipertensi, maupun hipotensi, perlu melakukan tes tekanan darah secara lebih rutin.
Cara Menggunakan Sphygmomanometer Aneroid
Terdapat beberapa cara atau langkah-langkah yang dapat Anda terapkan untuk dapat menggunakan sphygmomanometer aneroid, diantaranya adalah sebagai berikut.
- Pasang kantong karet yang terbungkus kain atau dikenal dengan cuff pada bagian lengan atas.
- Selanjutnya tempatkan stetoskop pada lipatan siku bagian dalam.
- Kemudian, pompa udara ke dalam kantong karet hingga membesar. Kantong karet yang membesar akan menekan pembuluh darah lengan (brachial artery) sehingga aliran darah terhenti sementara.
- Setelah itu, udara dikeluarkan secara perlahan dengan cara memutar sumbat pada udara.
- Ketika tekanan udara dalam kantong karet diturunkan, perhatikan jarum penunjuk tekanan dan bunyi denyut pembuluh darah lengan yang dihantarkan lewat stetoskop. Saat terdengat denyut untuk pertama kalinya, nilai yang ditunjukkan jarum penunjuk tekanan adalah nilai tekanan sistolik.
- Sedangkan bunyi denyut yang menghilang melalui stetoskop setelah tekanan darah terus diturunkan disebut tekanan diastolik.
Demikian beberapa fungsi sphygmomanometer bagi Anda. Untuk informasi dan rekomendasi produk sphygmomanometer aneroid berkualitas, Anda dapat mengunjungi laman Serenity Indonesia disini.
Dapatkan juga informasi menarik tentang kesehatan dan gaya hidup sehat dengan mengunjungi Instagram Serenity Indonesia disini. Anda juga dapat mencari dan membeli berbagai peralatan medis kualitas unggulan dan lengkap dengan mengunjungi website designbaru.serenityindonesia.com/ karena ada banyak promo serta penawaran harga menarik yang menanti!
Referensi
- https://www.klikdokter.com/info-sehat/darah/cara-pakai-sphygmomanometer-untuk-mengukur-tekanan-darah
- https://www.sehatq.com/tindakan-medis/tes-tekanan-darah
- https://serenityindonesia.com/?s=Sphygmomanometer
